Mengapa Memilih Asuransi Bentuk Syariah

Asuransi syariah merupakan bentuk lain dari ekonomi syariah atau muamalah syariah. Asuransi merupakan jasa pelindungan terhadap manusia dan barang yang mempunyai nilai ekonomi. Dengan adanya nilai syariah sebenarnya fungsi utama asuransi sebagai jasa pelindungan tidak berubah. Yang berubah hanyalah nilai – nilai (landasan) yang terkandung dalam asuransi. Beberapa nilai asuransi biasa diubah sedemikian rupa agar sesuai dengan nilai – nilai syariah dimana tujuan asuransi syariah masih harus sama dengan asuransi biasa.

Landasan Asuransi Syariah

Asuransi dengan bentuk syariah dibutuhkan. Berikut ini beberapa landasan untuk asuransi syariah:

  • syariahDi dalam kehidupan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan kita. Dalam syariah, hal ini didukung oleh QS Lukman:34 “…tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan [asti apa yang akan diusahkannya besok,…tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati, …” Sehingga boleh dibilang, asuransi sangat dianjurkan untuk digunakan sebagai pelindungan keuangan dimana pada masa depan apa pun yang terjadi pada kita, keluarga kita masih memiliki materi (uang) untuk menunjang kehidupan mereka.
  • Asuransi dengan bentuk syariah memiliki nilai saling tolong menolong seperti yang tertulis dalam QS Al Maidah: 2 “… tolong menolong kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa…”
  • Asuransi syariah atau tipe asuransi lain bisa digunakan sebagai perencanaan masa depan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Merencanakan masa depan itu perlu sepertu yang ada di QS AL-Hasyir:18 “… hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok, …” Memang masa depan hanyalah Tuhan yang tahu namun tidak ada salahnya dari hari ini kita berjaga-jaga akan hari esok.

Perbedaan Asuransi Biasa dan Syariah

Selain nilai landasan yang berbeda, asuransi biasa dan syariah memiliki berbagai perbedaan seperti:

Asuransi Syariah

  • Filisofi utamanya adalah mencari ridho Tuhan
  • Landasan hukum dan tata operasionalnya disesuaikan dengan Al Quran
  • Terdapat Dewan Pengawas Syariah yang bertugas memastikan perusahaan asuransi ini tidak menyimpang dari prinsip syariah
  • Sistem akuntasi adalah laporan keuangan terbuka dimana nasabah dan karyawan tahu sumber dana dan besarnya zakat
  • Pengelolahan resokp bersifat saling membantu sehingga bisa dibilang sharing risk di antara anggota serta perusahaan asuransi

Asuransi Biasa

  • Filosofi utamanya adalah hukum negara di mana dia berdiri
  • Landasan hukum dan tata operasionalnya menggunakan hukum negara dan ekonomi yang berlaku
  • Tidak adanya Dewan Pengawas Syariah
  • Tidak wajib membuat laporan keuangan terbuka agar bisa dilihat oleh nasabah dan karyawan
  • Terdapat transfer risk di mana nasabah memindahkan resiko ke perusahaan sehingga dana yang diperoleh dari nasabah berpindah ke perusahaan

Selain perbedaan yang dijabarkan di atas, sebenarnya perusahaan asuransi syariah dan biasa masih memiliki perbedaan yang lain. Semoga artikel info mengenai asuransi ini semakin membantu memantapkan diri dalam memilih tipe asuransi yang tepat. –hm-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s