Belajar Bahasa Inggris SMA dengan Membuat Tulisan

Bahasa Inggris untuk SMA merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah menengah atas di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan era globalisasi yang memang secara tidak langsung, memaksa masyarakat Indonesia untuk mampu menguasai bahasa inggris yang merupakan bahasa internasional. Dengan menguasai bahasa inggris secara aktif dan pasif, masyarakat percaya bahwa mereka bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik.

menulisSebenarnya, bahasa inggris ini tidak hanya dipelajari saat SMA saja, tetapi sejak masih di sekolah dasar. Bahkan, banyak juga yang mengikuti kursus bahasa inggris sejak masih usia dini (4 hingga 6 tahun) agar dapat menguasai bahasa inggris dengan baik. Karena itulah, wajar jika sebagian besar siswa SMA sudah menguasai dengan baik dasar-dasar dari pelajaran bahasa inggris. Sehingga, pada saat belajar di tingkat SMA, mereka hanya tinggal melancarkan serta memperdalam kemampuan bahasa inggris mereka.

Meskipun sudah mempelajari bahasa inggris sejak masih di sekolah dasar, kenyataannya banyak juga yang hanya menguasai bahasa inggris secara pasif. Mereka mampu memahami kalimat bahasa inggris, namun tidak mampu jika disuruh merangkai sebuah kalimat. Terkadang mereka juga mampu untuk mengerti apa yang dikatakan seseorang dengan bahasa inggris, namun tidak dapat membalas ucapan orang tersebut karena ketidakmampuannya dalam merangkai kalimat. Hal ini, tentu saja akan menghambat proses pembelajaran bahasa inggris jika tidak segera diatasi.

Salah satu cara untuk melatih kemampuan bahasa inggris yang cukup efektif yaitu, dengan meminta para siswa SMA membuat sebuah tulisan. Tulisan ini, bisa berupa sebuah cerita pendek ataupun pidato. Kemudian, minta para siswa untuk membacakan hasil tulisannya ini di depan kelas, dan minta para siswa lainnya untuk menyampaikan pendapat mengenai tulisan tersebut. Namun, pastikan bahwa siswa menulis sendiri tulisannya, dan bukan hasil tulisan orang lain.

Dengan membuat sebuah tulisan, maka siswa akan dipaksa untuk mempelajari grammar, dan juga secara tidak langsung akan menambah vocabulary yang diingat oleh siswa. Dengan membacakannya di depan kelas, akan membantu siswa mempelajari pronouncation atau pelafalan yang tepat. Sedangkan, para siswa lainnya, akan berlatih untuk mendengar (listening). Dengan begini, seorang siswa akan mempelajari beberapa hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. (Yv)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s